Posted by: cahyopa | October 17, 2009

Apa Yang Akan Terjadi Setelah Ini?

Ada kalanya kita berharap untuk bisa mengetahui apa yang akan terjadi dimasa mendatang. Namun, bahkan seorang peramal terbaikpun tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi esok. Yang bisa kita ketahui hanyalah sederetan kemungkinan. Alasan mengapa semua itu disebut kemungkinan adalah karena hal itu mungkin terjadi, mungkin juga tidak.

Ada sebuah kisah tentang seorang karyawan yang bekerja lembur hingga larut malam dikantornya. Tiba-tiba, ada pesan aneh dilayar monitor komputernya. Sebelum mengklik pesan itu, sempat terlintas dipikirannya;”jangan-jangan pesan aneh ini mengandung virus….” Tetapi, tampilan yang menarik mengalahkan kewaspadaannya. ”Ah, mumpung tidak ada orang lain dikantor,” pikirnya. Tetapi, begitu dia meng-klik pop-up itu, serta merta saja isi komputernya diacak-acak virus. Dan karena komputernya terhubung ke jaringan kantor, maka seluruh sistem dikantornya terinfeksi. Setelah semua kekacauan itu, dilayar komputernya muncul sebuah gambar mahluk bertanduk merah dan berekor tombak, yang berkata; ”Now, explain this to your boss!!!”

Rupanya, hidup kita juga kurang lebih demikian. Kita tidak sungguh-sungguh tahu apa yang akan terjadi sepersekian detik setelah ’saat ini’. Sehingga ketika menjalani hidup, sesungguhnya kita dihadapkan pada banyak kemungkinan. Mungkin hidup kita menjadi lebih baik, atau sebaliknya menjadi lebih buruk. Lantas, bagaimana kita bisa tahu semua itu? Karena sejatinya kita semua ingin agar hari esok kita senantiasa lebih baik dari hari ini. Tetapi, seperti pesan pop-up dilayar komputer itu; kita tidak tahu apa yang tersembunyi dibalik setiap peristiwa, setelah kita meng-klik-nya.

Setiap pakar internet berbagi sebuah gagasan yang sama. Gagasan itu berbunyi;”Hanya link atau lampiran yang datang dari sumber terpercaya saja yang patut dibuka.” Dengan value ini, para pakar internet etis bersedia saling memberi komitment untuk tidak secara sengaja mengirim link yang berbahaya. Oleh karena itu, ketika kita mendapatkan pesan dari teman kita, kita percaya bahwa itu baik adanya. Sehingga, setiap kali kita mendapatkan pesan dari teman terpercaya, kita tidak memiliki sedikitpun keraguan untuk membukanya. Dan dengan cara itu, kita bisa saling menjaga.

Kelihatannya, prinsip itu berlaku juga dengan hidup kita. Kita akan baik-baik saja jika tetap konsisten untuk hanya meng-klik link-link yang datangnya dari sumber-sumber terpercaya. Namun demikian, kita semua percaya bahwa segala sesuatu yang mutlak bukanlah milik para manusia, sehebat apapun dirinya. Sebab satu-satunya pemilik kemutlakan adalah dzat yang maha mutlak sendiri.  Sehingga, sejatinya kita memiliki keyakinan yang lebih tinggi untuk mengklik link yang dikirimkan oleh Tuhan kepada kita. Tanpa harus mengkhawatirkan kemana link ini akan membawa hidup kita. Bahkan sekalipun kelihatannya itu menuju sebuah jalan yang berliku.

Bayangkan jika kita bisa menerima apapun yang Tuhan mau kita ’klik’ dalam komputer kehidupan kita. Kita pasrah saja kepada apa maunya Dia. Kita terima saja apa yang Dia mau kita terima. Mungkin kita bisa terbebas dari keluh kesah ini. Mungkin kita bisa merdeka dari risau ini. Mungkin kita bisa keluar dari ragu ini. Sebab, kita percaya bahwa semua yang datang darinya pastilah hanya kebaikan saja. Sehingga, ketika Dia mengirimi kita dengan rona-rona indah kehidupan, kita tidak terlena untuk berbalik lupa kepadaNya. Sebaliknya, ketika Dia menguji kita dengan awan dan halilintar yang mendebarkan, kita tidak terlampau takut untuk menjalaninya.

Dia adalah yang terpercaya. Sehingga kita percaya bahwa apapun yang Dia pilihkan untuk kita, adalah yang terbaik bagi kita. Yang perlu kita lakukan untuk menyambut kepercayaan itu adalah; mengklik isyarat link nya dengan sepenuh hati dan segenap potensi. Sebab, jika kita menjalani semuanya dengan seluruh potensi diri dan daya hidup yang kita miliki, maka kita mempunyai kesempatan untuk bersiap diri menghadapi segala kemungkinan yang Dia hamparkan dimasa depan.  Dan kita, bisa menghadapinya tanpa keraguan.  Jika gagal sekalipun, mungkin kita bisa memperbaikinya lain kali.

Pertanyaannya adalah;”Bagaimana kita bisa tahu bahwa kita bisa menjalani semua keputusanNya?” Kita tahu karena kita percaya bahwa Dia menciptakan kita dengan penuh perhitungan. Dia tahu bahan baku untuk membuat kita. Karakteristiknya, dan batas kekuatannya. Karenanya, Dia tahu sampai dimana kita bisa menerima tempaan dariNya. Dia sudah memperhitungkan beban seperti apa yang bisa kita terima. Sehingga, Dia hanya akan membebani kita sesuai dengan kemampuan kita. Tantangannya adalah; sudahkah kita menggunakan seluruh daya hidup yang kita miliki untuk menjalaninya?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: