Posted by: cahyopa | July 7, 2009

I got something with this story

Sebuah cerita yang dapat dijadikan bahan permenungan untuk kita ;

Anjing saya namanya Chika, dia anjing yang cantik, pintar,
dan manja. Tapi itu dulu, sebelum kaki belakangnya lumpuh. Sebentar lagi dia
ulang tahun yang ke-13, sudah tua renta ya. Teman-teman dekat yang tahu
Chika
suruh saya untuk suntik mati dia. Kejam ya? Mereka berkata demikian ada
sebabnya. Dulu kedua kaki belakangnya pernah lumpuh total. Sekarang dia
sudah
bisa berdiri dan berjalan, tapi tidak sempurna. Kadang kalau kakinya sedang
tidak kuat, dia akan jatuh dan akhirnya jalannya ngesot. Hahaha…Sering dia
jatuh saat sedang pipis, jadinya bau deh…Semakin tua, semakin aneh
penyakitnya. Waktu itu sampai pernah operasi angkat rahim yang lumayan
mahal.
Terakhir, dokter bilang dia alergi makanan manusia, jadinya harus makan dog
food aja, gak boleh makan nasi lagi. Badannya jadi gatel dan bulunya rontok
segumpal-segumpal karena alergi itu. Jadi sempat dia saya gundulin sampe
botak
dan jadilah dia seekor anjing aneh. Saya sampe malu kalo ajak dia keluar
jalan
karena diliatin orang. Hehe.. Mungkin karena semua keadaan Chika yang
seperti
itu teman2 suruh saya untuk suntik mati dia. Waktu itu, saya benar2 akan
melakukannya. Benar2 membulatkan tekad untuk membawanya ke dokter. Bahkan
saya
sudah say good bye ke Chika dan minta maaf karena harus ‘membunuh’ dia
dengan
cara seperti itu. Tapi di saat2 terakhir, mama telpon dari luar ngeri bilang
untuk tetep mempertahankan dia. Mungkin Chika tetap ada sampai sekarang,
supaya
saya bisa membagikan sesuatu hal ini kepada teman2.

Hari Senin, 6 April 09, sehari setelah minggu palma, dia
hilang. Dia tidak ada di rumah saat saya pulang kerja. Padahal sore itu
habis
hujan gede, dan masih gerimis. Jalan depan rumah saya tegenang air, padahal
bisa dibilang lebih tinggi dari daerah lain di kompleks. Panik…anjing
pincang, yang jalan aja susah..berteduh di mana dia gerimis2 gini? Banjir
pula..pasti dia jatuh2 dan basah dan kedinginan.. .saya berusaha menenangkan
diri, Chika tidak akan jalan jauh, paling2 ke gang sebelah dan dia tidak
suka
air, paling2 dia berteduh di halaman rumah orang or di pinggir jalan..

setelah ganti celana pendek, saya keluar lagi untuk cari dia..saya
naik motor, pelan2 saya liatin pinggir2 jalan dan halaman rumah orang sambil
panggil2 dia. Gang saya CLEAR, coba gang sebelah kiri, CLEAR juga, berarti
di
gang sebelah kanan nih, sebentar lagi saya akan menemukan dia dan akan
menggendongnya pulang. Di gang sebelah kanan ternyata CLEAR juga…panik,
cemas, khawatir..bagaimana kalau saya tidak bisa menemukan dia, apa yang
akan
terjadi dengan dia. Dia anjing manja yang tidak akan bisa survive di luar
sana,
kedinginan, kelaparan, tidak akan ada yang mau adopsi dia karena dia jelek,
DIA
AKAN MENDERITA… saya merasa menyesal sekali karena tidak menutup lubang
yang
sengaja dikorek Chika supaya dia bisa keluar masuk rumah dengan bebas.
Tadinya
saya pikir dengan adanya lubang itu, Chika akan senang karena dia bisa
jalan2
keluar kapan saja. Dia tidak akan jalan terlalu jauh dan selalu pulang ke
rumah
sebelum saya pulang kerja. Saya MENYESAL. Bagaimana kalau ternyata dia
sudah
diculik
oleh ‘pemburu anjing’ untuk dipotong? Kalau restoran mereka lagi kekurangan
stok anjing, kan bisa saja mereka ambil Chika, walaupun keliatan dia sudah
tua
dan dagingnya tidak akan enak, daripada tidak ada anjing untuk dijadikan
masakan…Chika MATI..

Saya tambah PANIK, CEMAS, TAKUT, SEDIH..saya memutar kembali
ke gang saya, saya panggil2 dia dengan lebih kencang, suara saya agak tinggi
karena mulai emosi dan mata saya mulai berkaca2. SAYA HARUS MENEMUKAN DIA
KARENA SAYA TIDAK MAU DIA MENDERITA DI LUAR SANA DAN SAMPAI MATI DIBUNUH.
Saya
tanya orang2 yang saya jumpai di jalan: anak2 yang sedang naik sepeda di
tengah
gerimis, hansip, tukang becak: ‘Pak, liat anjing coklat pincang2 lewat sini
gak? Bulu di sekitar pantatnya botak?’dan akhirnya ada yang melihat Chika.
Rupanya dia keluar dari kompleks rumah saya dari ujung gang yang
satunya..orang2 bilang: dia mondar
mandir aja dari tadi di depan gang ujan2an…ngesot di tengah
jalan..anjingnya
yang buta itu kan…Saya senang karena ada harapan untuk menemukan dia
sebelum
dia diculik dan dibunuh..tapi saya sedih mendengar dia ngesot di tengah
jalan
dan dikira buta…Anyway, saya cari dia ke arah yang mereka tunjuk…

Akhirnya saya liat Chika di ujung jalan menuju jalan raya
yang banjirnya lebih tinggi…saya langsung ngebut dan teriak panggil
dia…tapi masih terlalu jauh, dia tidak dengar teriakan saya..semakin jelas
saya lihat dia sedang mondar mandir kebingungan karena di hadapannya jalanan
banjir..mungkin dia bingung mo nyemplung ato gmn…teriakan saya tidak
terdengar karena rupanya tukang becak, tukang ojek, dan orang yang sedang
berteduh di ujung jalan sana sedang heboh juga lihat dia..tambah heboh lagi
pas
mereka dengar saya teriak2..Chika sudah nyemplung ke jalanan banjir
itu..padahal banyak kendaraan yang lewat..Saya sangat bahagia sekali saat
itu,
tidak peduli apa2 lagi, saya juga nyemplung ke jalanan banjir itu dan
langsung
menggendong dia ke pinggir jalan..di pinggir jalan itu saya peluk dia untuk
beberapa saat..saya tidak peduli berisik2nya tukang ojek dan tukang
becak..sebuah pemandangan yang aneh mungkin bagi mereka..berpelukan dengan
seekor anjing jelek di pinggir jalan!! Setelah puas peluk dia, saya bawa dia
pulang, tangan kiri gendong dia, tangan kanan setir motor….

Hari itu Tuhan memberi tahu saya sesuatu…sesuatu yang
meaningful..

Seperti itulah perasaanKu di saat
kamu tersesat . di saat kamu berjalan terlalu jauh dan tidak bisa pulang
atau
tidak mau pulang, Aku sedih dan cemas karena Aku tidak mau kamu menderita di
luar sana, apalagi kalau kamu sampai diculik oleh si ‘jahat’ dan kamu tidak
bisa bersama-sama Aku di rumah BapaKu di surga.

Temen-temen, mungkin kita sering berjalan terlalu jauh dari
Tuhan, saat Tuhan cari, kita tidak ada di sana. Kabar baiknya saat Tuhan
sadar
kita tidak ada lagi bersamaNya, dia tidak tinggal diam. Dia mencari kita dan
memanggil2 nama kita dari pelan mungkin sampai bernada tinggi karena Tuhan
semakin cemas dan takut kehilangan kita. Kabar buruknya, dosa2 kita membuat
kita begitu jauuh dari Tuhan sehingga kita tidak bisa mendengar panggilan
Tuhan
itu (seperti Chika yang tidak mendengar teriakan saya).

Mungkin Chika sudah jelek, bau, menyusahkan, dan menurut
orang2 ‘lebih baik disuntik mati daripada terus dipelihara’, tapi dia adalah
anjing kesayangan saya dan mama. Dia masih berharga untuk saya dan mama.
Begitu
juga kita di mata Tuhan. Sebagaimana pun kita jelek dan kotor karena
dosa-dosa
kita, seberapapun kita sering menyakiti dan mengecewakan Dia, sebagaimanapun
kita dianggap tidak berharga oleh orang2 di dunia ini, tetapi kita tetap
anak
kesayangan Tuhan. Kita berharga untuk Tuhan dan Tuhan menginginkan kita. HE
WANTS US!!!!

Jadi temen2, kalau suatu saat kita jauh dari Tuhan, ingatlah
cerita sederhana ini, supaya temen2 ingat betapa berharganya kita di mata
Tuhan.
Tuhan panik kalau kita tersesat dan hilang. Di saat kita mulai jauh dari
Tuhan
dan merasa agak tersesat, singkirkanlah dosa2mu, kita akan bisa mendengar
panggilanNya, dan menemukan jalan pulang. Lalu, kita kembali ke pelukanNya
yang
penuh sukacita, ketenangan dan
kedamaian. And then WE LIVE HAPPILY EVER AFTER. THE END.
Semoga sharing ini bisa memberkati temen2…
author : unknown.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: