Posted by: cahyopa | July 7, 2009

EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN

Mario Teguh Golden Moment
MTGM – EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN – Part Two
MEYAKINI YANG SALAH.
SEMUA KESALAHAN DILAKUKAN DENGAN KEYAKINAN BAHWA YANG DILAKUKANNYA ADALAH SESUATU YANG BENAR.
Pribadi berkualitas emas yang meyakini sesuatu yang salah, akan menjadi pribadi yang diperlakukan seperti kuningan.
………..
Rekan-rekan Super Members dan Super Fans yang terkasih,
Berikut adalah Golden Moment sederhana yang saya susunkan untuk Anda mengenai kebutuhan kita semua untuk hidup dalam kebaikan yang kita yakini.
Mudah-mudahan dalam pemikiran kita bersama kali ini, Tuhan berkenan menyisipkan kekuatan yang memindahkan kita ke kehidupan yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang sepanjang hidup kita dan hidup keturunan kita yang tercinta.
………..
Ada suara di belakang sana yang bertanya:
Tetapi, bagaimana dengan mereka yang sudah lama menjadi orang baik, tetapi yang hidupnya juga sudah lama belum baik?
Untuk itu, marilah kita kembali ke kalimat di MT Golden Moment – EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN – Part One, bahwa Seseorang disebut baik karena dia meyakini yang baik dan hidup dalam kebaikan yang diyakininya.
Sekarang, mohon Anda ikuti alur pikiran ini.
Semua kesalahan dilakukan dengan keyakinan bahwa yang dilakukan adalah sesuatu yang benar.
Dengannya, kata ’menyesal’ adalah ungkapan kesadaran kita bahwa yang tadinya kita yakini benar adalah ternyata sebuah kesalahan yang menggagalkan rencana, yang melambatkan kemajuan, atau bahkan yang menurunkan dan merendahkan kita.
Sehingga, orang yang sering menyesal, akan tetap sering menyesal, jika dia tidak memperbaiki caranya dalam memilih sesuatu untuk diyakini.
Bukankah hampir semua masalah kita sekarang bersumber dari rencana-rencana yang kita yakini sebagai yang pasti berhasil, tetapi yang kemudian ternyata meleset?
Sesungguhnya, keyakinan yang kuat akan menghasilkan kehidupan yang kuat. Apa pun tingkat dan kualitas pikiran, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kita – penggunaan dari semua itu ditentukan oleh yang kita yakini.
Maka janganlah pernah lupa, bahwa
Yang kita yakini menentukan penggunaan dari semua kemampuan kita.
Semakin kita yakin, semakin kuat kita menggunakan semangat, pikiran, dan tindakan kita bagi pencapaian dari yang kita yakini itu.
Tetapi, mohon juga Anda sadari bahwa yang Anda yakini itu sangat kuat dalam memperkuat DAN memperlemah. Jika yang Anda yakini tidak menjadikan Anda pribadi yang kuat, maka pasti dia akan menjadikan Anda pribadi yang lemah.
Maka berhati-hatilah dalam menyikapi sesuatu untuk Anda yakini atau Anda tolak.
Janganlah kita mengira bahwa orang-orang yang lemah hidupnya itu tidak memiliki keyakinan yang kuat. Justru mereka sangat kuat – dan bahkan sangat berani, untuk menggunakan semua kekuatan mereka melawan kerinduan hati mereka untuk menjadi pribadi yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang.
Perhatikanlah ini. Siapa pun yang bangun tidur dengan keinginan yang kuat untuk kembali tidur, berangkat bekerja dengan kerinduan yang kuat untuk pulang, dan bekerja dengan kesigapan yang kuat untuk beristirahat, adalah orang yang keyakinannya melemahkannya.
Meyakini sesuatu yang salah, akan menyebabkan kita menggunakan seluruh kekuatan kita untuk sesuatu yang tidak akan menghasilkan.
Dengannya, seseorang yang tidak memeriksa dan memperbaiki ketepatan dari yang diyakininya, dia akan hidup dalam kelemahan, seberapa lama pun dia berencana hidup.
Sehingga jika seseorang hidup dalam kelemahan, dia harus mengikhlaskan dirinya untuk mendengarkan lagi pendapat-pendapat yang selama ini ditolaknya, mengulangi pelajaran yang dulu ditelantarkannya, dan belajar untuk ikhlas menerima bahwa mereka yang lebih berhasil dari dirinya – pasti telah melakukan sesuatu dengan lebih baik.
Tidakkah dia pernah memikirkan, jika dia demikian benar, mengapakah hidupnya belum baik?
Seharusnya dia menjawab pertanyaan-pertanya an ini. Mengapakah pendapat-pendapat yang dipertahankannya selama ini tidak membelanya dari kelemahan dan kelambanan hidup? Mengapakah mereka yang disalahkan dan dicemoohnya itu – hidup dalam kesejahteraan dan kebahagiaan, dan bahkan ada dari mereka yang hidupnya cemerlang dan mencerahkan kehidupan orang lain?
Mengapakah jika dia demikian benar, hidupnya belum baik?
Sahabat-sahabat saya yang terkasih,
Seseorang tidak harus lebih hebat daripada kita untuk menjadi lebih berhasil daripada kita. Dia hanya diperlukan untuk meyakini yang lebih tepat daripada yang kita yakini, dan menggunakan keyakinannya sebagai tenaga bagi pekerjaan dan pengembangan pribadinya.
Seseorang dengan latar belakang yang lemah dan serba kekurangan, akan menjadi pribadi yang cemerlang jika dia meyakini:
bahwa Keberhasilan berpihak kepada yang berupaya,
bahwa Upaya yang baik adalah pengubah nasib,
bahwa Keajaiban berpihak kepada yang berani,
dan
bahwa Orang yang memuliakan kehidupan akan dimuliakan.
Maka perhatikanlah bahwa,
Yang kita yakini, menentukan penggunaan atau penelantaran dari apa pun yang kita miliki.
Dan janganlah kita menjadi orang pertama yang menelantarkan diri sendiri, hanya karena rendahnya keyakinan diri kepada hak kelahiran kita untuk menjadi pribadi yang kuat, yang damai, dan yang mandiri.
Semua petunjuk yang diturunkan dan yang diajarkan kepada yang hidup sebelum kelahiran kita, dan yang diteruskan pengajarannya dalam kehidupan kita, adalah agar kita tidak menjadi pribadi yang menjauhi haknya untuk berhasil.
Keberhasilan adalah hak kelahiran Anda.
Anda adalah kekasih Tuhan. Maka apa lagi kah yang dirindukan-Nya, selain kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecemerlangan hidup Anda?
Perhatikanlah bagaimana semua kesalahan dan kegagalan Anda selama ini hanya menunjukkan dan menuju ke satu hal, yaitu keharusan untuk memperbaiki diri.
Dan perhatikanlah bagaimana semua keberhasilan Anda menuntun dan membimbing Anda kepada keberhasilan yang lebih besar.
Tetapi, apakah yang telah sering membuat kita sampai hati mengabaikan uluran kasih sayang Tuhan yang se-Pengasih itu, sehingga tidak melihat petunjuk untuk keluar dari kesulitan, dan lebih senang mengasihani diri sendiri karena dirundung kesulitan?
Bukankah telah banyak orang yang dirundung oleh kesulitan yang bahkan lebih besar, tetapi kemudian menjadi pribadi yang berjaya?
Maka bagi sahabat-sahabat saya yang lebih muda,
Perbaikilah pendekatan Anda dalam menganggap sesuatu itu penting atau tidak, perbaruilah cara Anda dalam menyukai atau menghindari sesuatu, segarkanlah sikap Anda dalam mensahabatkan diri atau menjauhi pergaulan, dan jernihkanlah pikiran Anda dalam mengerti yang apa yang diharapkan oleh Tuhan untuk Anda lakukan atau Anda hindari.
Yakinilah yang benar, lalu bekerja keras-lah dalam keyakinan itu untuk menjadikan diri Anda bermanfaat bagi banyak orang.
Ikhlaskanlah diri Anda untuk selalu memeriksa ketepatan dari yang Anda yakini, dan ketepatan Anda dalam menggunakan yang Anda yakini sebagai tenaga bagi kehidupan Anda.
Pribadi berkualitas emas yang meyakini sesuatu yang salah, akan menjadi pribadi yang diperlakukan seperti kuningan.
Ingatlah, bahwa emas yang salah taruh – akan diperlakukan seperti kuningan.
………..
Sahabat-sahabat saya yang terkasih,
sampai di sini dulu ya?
Jika Anda masih tertarik untuk membaca MT Golden Moment berikutnya, MTGM – EMAS YANG DIKIRA KUNINGAN – Part Three, saya mohon Anda berkenan untuk inform saya ya?.
Mohon Anda ingat, bahwa
Cara Anda memperlakukan diri Anda, adalah pemberitahuan kepada orang lain mengenai bagaimana mereka harus memperlakukan Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: