Posted by: cahyopa | May 6, 2009

Besi dan Air

Besi dan Air

Ada 2 benda yang bersahabat karib, yaitu besi dan air.

Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada
sahabatnya : “Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang
lemah dan lunak”

Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya. Suatu hari besi menantang air
berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di
sana.

Aturannya : ” Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka
maka ia dinyatakan menang”.

Besi dan airpun mulai berlomba.

Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu
batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia
menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya batu-batuan
itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena
melawan batu-batuan itu. Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit
untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan
lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya
saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya. Score air dan besi 1 : 0 untuk
rintangan ini.

Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit
untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya
menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah
itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras
ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.
Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia
mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa
tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar
gua. Score air dan besi 2 : 0.

Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba
di luar gua. Besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus
berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : “Score kita 2 : 0, aku akan
mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini
!”Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan
ini, tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia
terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk
meniupnya ke seberang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan. Air
menang telak atas besi dengan score 3 : 0.

Jadikanlah hidupmu seperti air.

Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan
karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus
bebatuan yang keras. Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan
dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan
dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.

Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia fleksibel dan
tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang
bertentangan dengan dia. Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun
melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa. Dan sekalipun air
mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih
dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap, Itulah kebesaran-Nya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: