Posted by: cahyopa | August 8, 2008

Sejarah Valentine’s Day

VALENTINE’S DAY, BERAWAL DARI PERAYAAN YANG SUCI

ANDA sering tidak tahu apa itu perayaaan hari Valentine yang
sebenarnya? Saat ini banyak orang-orang yang tak tahu sejarah
terciptanya valentine. Maka dari itu, ketahuilah sejarah Valentine
jika Anda ingin merayakan Valentine. Menurut sumber yang sangat
dipercaya, Valentine berawal dari sebuah perayaan Lupercalia yang tak
lain adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18
Februari).

Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish
love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama ?nama
gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak
dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama
setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari,
mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala.
Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan
wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat
mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara
ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti
nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara
pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The
Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Dan pada 496 M
Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari
Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati
St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World
Book Encyclopedia 1998).

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan
ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya
dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak
pernah ada penjelasan siapa St. Valentine termaksud, juga dengan
kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap
sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Tapi menurut versi PERTAMA, Kaisar Claudius II memerintahkan
menangkap dan memenjarakan St. Valentine. Ia adalah seorang Bishop
(Pendeta) di Terni, satu tempat sekitar 60 mil dari Roma. Iapun
dikejar-kejar karena mempengaruhi beberapa keluarga Romawi dan
memasukkan mereka ke dalam agama Kristen. Kemudian ia dipancung di
Roma sekitar tahun 273 masehi.

Sebelum kepalanya dipenggal, Bishop (Pendeta) itu mengirim surat
kepada para putri penjaga-penjaga penjara dengan mendoakan semoga
bisa melihat dan mendapat kasih sayang Tuhan dan kasih sayang
manusia. ?Dari Valentinemu? demikian tulis Valentine pada akhir
suratnya itu. Surat itu tertanggal 14 Februari 270 M. sehingga
tanggal tersebut ditetapkan sebagai Valentine?s Day atau Hari Kasih
Sayang.

Versi KEDUA, menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara
muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada
orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah,
namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak
pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari
269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

Versi KETIGA, perayaan ini dihubungkan dengan St. Valentine, seorang
Pendeta yang hidup di Roma pada tahun 200 masehi, dibawah kekuasaan
Kaisar Claudius II. St. Valentine ini pernah ditangkap oleh orang-
orang Romawi dan dimasukkan ke dalam penjara, karena dituduh membantu
satu pihak untuk memusuhi dan menentang Kaisar. St. Valentine ini
berhasil ditangkap pada akhir tahun 270 masehi. Kemudian orang-orang
Romawi memenggal kepalanya di Palatine Hill (Bukit Palatine) dekat
altar Juno.

Adapun kebiasaan mengirim kartu Valentine yang sering dilakukan pada
saat perayaan hari kasih sayang tersebut, sebenarnya tidak ada kaitan
langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans
dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang
St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di
Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya
dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia
Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).

Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine? Ken Sweiger dalam
artikel Should Biblical Christians Observe It?? mengatakan kata
Valentine berasal dari Latin yang berarti : ?Yang Maha Perkasa, Yang
Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan
Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken
Sweiger- jika kita meminta orang menjadi, to be my Valentine, hal itu
berarti menduakan Tuhan (karena memintanya menjadi Sang Maha Kuasa)
dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Adapun lambang Cupid
(berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra
Nimrod the hunter dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia
rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya
sendiri!

Di Indonesia, perayaan valentine’s day mulai membudaya di kalangan
masyarakat kita khususnya dikalangan kawula muda, sekitar akhir tahun
1980-an berbarengan dengan munculnya televisi-televisi swasta yang
banyak mengupas dan menayangkan berita ataupun film-film yang
bertemakan perayaan tersebut. Sejak itulah, perayaan valentine’s day
digandrungi oleh para generasi muda, sebagai akibat dari penetrasi
budaya asing yang masuk lewat pemberitaan berbagai media baik cetak
maupun elektronik.

Perayaan ini pun dikenal oleh mereka sebagai perayaan hari kasih
sayang, yang menurut mereka adalah moment yang paling tepat untuk
mengungkapakan perasaan cita dan kasih sayang kepada orang-orang yang
dekat di hati. Perayaan ini biasanya dilaksanakan di kafe-kafe, hotel-
hotel atau tempat-tempat yang romantis, di mana setiap pasangan
memberikan hadiah berupa kue coklat atau bunga yang bertuliskan ‘I
wish you will be my valentine’ kepada yang lain.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: