Posted by: cahyopa | August 7, 2008

Mengatasi Kemarahan

> Suatu hari Anda sarapan bersama di rumah. Anak perempuan anda tiba-tiba
> tanpa sengaja menumpahkan kopi sehingga baju seragam Kerja anda kotor.
> Anda lepas kendali, memaki-maki anak Anda sehingga dia menangis.
> Kemarahan anda merembet kepada pembantu karena menaruh cangkir kopi
> terlalu dekat ke anak Anda.
> Terjadi debat kusir dengan pasangan anda. Dengan rasa jengkel, anda
> tinggalkan meja untuk ganti seragam. Selesai ganti pakaian, anda melihat
> anak anda masih menangis dan bersiap untuk pergi sekolah tanpa
> menyelesaikan sarapannya. Tapi dia ( anak ) sudah ditinggalkan mobil
> jemputan. Anda bergegas ke mobil dan berteriak kepada anak anda untuk
> segera naik mobil. Anda terpaksa mengantarnya ke sekolah.Kemudian ngebut
> karena terlambat.Sialnya waktu memotong jalan, anda dihentikan polisi dan
> terpaksa damai dengan memberikan imbalan Rp. 50.000,-. Sampai di sekolah,
> anak anda langsung lari dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata-kata.
> Setelah berjuang keras, akhirnya anda tiba dikantor terlambat 20 menit.
> Pada saat itu, anda baru sadar bahwa anda lupa membawa tas kerja anda.
> Anda memulai hari itu dengan kejadian yang menjengkelkan. Ketika waktu
> berlanjut, semua keadaan seolah-olah berubah menjadi semakin kacau.
> Sore hari, anda pulang kerumah dengan lesu dan disambut suasana “dingin”
> dari pasangan, anak dan pembantu anda.
> Semua itu terjadi karena reaksi atau respon yang anda lakukan di pagi
> hari.
> Mungkin kita pernah mengalami kejadian serupa. Kesialan diikuti berbagai
> kesialan lainnya. Hal-hal yang tidak menyenangkan datang silih berganti.
> Hal itu bisa berupa stress, rasa kurang bahagia dan kemarahan yang
> mengakibatkan putus hubungan persahabatan, dijauhi teman, menyebalkan dan
> kadang sangat menyakitkan. Coba cermati contoh kasus tersebut.
> Mengapa anda mengalami hari-hari yang menyebalkan?
> a) Apakah karena kopi tumpah di baju seragam anda?
> b) Apakah karena anak anda yang menyebabkannya?
> c) Ataukah karena Pak Polisi yang menilang anda?
> d) Atau akibat perilaku anda sendiri?
> Jawabannya adalah : Sesungguhnya anda bisa mengendalikan reaksi anda pada
> kejadian tersebut. Hanya reaksi spontan anda, yang mengakibatkan semua
> itu terjadi. Anda bisa merubah situasi menyebalkan itu menjadi lebih
> menyenangkan dengan menerapkan rumus 90: 10. Artinya, 10% dari kehidupan
> kita berupa “realita” yang harus diterima, dan 90% lainnya, disebabkan
> oleh reaksi anda terhadap berbagai tekanan dan kejadian yang menimpa Anda.
> Kita tidak bisa mengendalikan 10% faktor realita. Anak tidak sengaja
> menumpahkan kopi, mobil mogok. Jadwal penerbangan terlambat sehingga
> seluruh rencana kerja menjadi kacau, dan terjebak dalam kemacetan lalu
> lintas. Ini realita yang tidak bisa dikontrol. Berbeda dengan aspek 90%
> sisanya. Anda bisa mengendalikan dan mengatur reaksi atau respon yang akan
> anda lakukan terhadap kejadian yang menimpa anda.
>
> Jangan biarkan berbagai kejadian itu mengatur anda.
> Anda pasti bisa mengendalikan bagaimana reaksi atau respon terbaik yang
> harus anda lakukan.
> Berikut, contoh yang seharusnya anda lakukan.
> Kopi menumpahi seragam anda.
> Anak anda kaget bahkan terlihat akan menangis. Anda bisa berkata,
> “Nak, tidak apa-apa cuma basah. Lain kali, berhati-hati kalau sarapan.”
> Anda segera ke kamar dan mengganti baju seragam. Waktu anda kembali anda
> lihat anak anda sudah selesai sarapan dan segera lari ke depan, menuju
> mobil jemputan sambil melambaikan tangan kepada anda. Anda, anda masih
> bisa baca koran dan bercengkerama sebentar sebelum anda siap pergi ke
> kantor. Anda tiba di kantor 5 menit sebelum jam kerja, dengan gembira.
> Anda menyapa semua rekan dan anak buah anda di sepanjang jalan menuju
> kamar kerja. Anda mendapat pujian bos dan bawahan yang mengamati gerak
> gerik anda. Hari ini sungguh menyenangkan.
> Perhatikan serta cermati apa perbedaan yang terjadi diantara dua skenario
> di atas.
> Semua dimulai dengan kejadian yang sama, kopi tumpah (aspek 10%) yang
> tidak bisa anda cegah.
> Namun hasilnya jauh berbeda, karena cara anda (aspek 90% ) kejadian
> tersebut berbeda. Jangan bereaksi negatif terhadap suatu kejadian yang
> tidak
> menyenangkan. Berikan reaksi yang positif, dan yakinkan bahwa hal itu
> tidak akan merusak hari-hari anda selanjutnya.
> Namun, apabila anda memberikan reaksi atau respon yang salah, maka pasti
> akan berdampak buruk bagi anda selanjutnya.
> Apa reaksi anda bila terjebak kemacetan lalu-lintas?
> 1. Apakah membunyikan klakson mobil sekeras-kerasnya.
> 2. Apakah dengan berlaku seperti itu kejadian akan membaik?
> 3. Apakah detak jantung anda menjadi normal atau sebaliknya?
> 4. Apakah orang lain peduli bila akhirnya anda terlambat tiba di
> kantor 10-20 menit?
> Mengapa anda membiarkan kejadian tersebut merusak seluruh hari anda?
> Ingat rumus 90 :10.
> Rahasia manfaat penerapan rumus 90 : 10 dalam kehidupan sehari-hari itu
> sungguh luar biasa. Namun, sedikit diantara’kita yang memahaminya,
> sehingga jutaan orang menderita stress dan berbagai macam masalah pribadi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: