Posted by: cahyopa | August 7, 2008

Bersama Kita TIDAK Bisa

Tujuan hanya bisa diraih dengan bantuan rencana yang
bisa dipercaya dan bisa digunakan untuk memimpin
tindakan kita dengan bersemangat. Tidak ada jalan lain
untuk meraih keberhasilan. [Pablo Picasso]

Ruktine ngangkah ngukut, Ngiket ngruket triloka
kakukut, jagad agung ginulung lan jagad alit, den
kendel kumandel kulup, mring kilaping alam kono.
[Serat Wedhatama]

Agar mencapai gemerlap alam masa datang yang
dicita-citakan, selalu dibutuhkan persiapan (ruktine)
atau perencanaan. Rencana harus dimulai dengan
menetapkan tujuan yang jelas (ngangkah). Ngangkah
harus diikuti oleh peta untuk mencapai tujuan
(ngruket). Sehingga setiap anggota tim memahami dan
terikat dengan tujuan dan jalan untuk mencapainya
(ngiket). Pemahaman dan komitmen akan menyebabkan
kerja keras (ngruket) sehingga berbagai sumber daya
untuk mencapai tujuan bisa tersedia. Penjelasan lebih
lanjut tentang serat wedhatama di atas, dapat dilihat
di artikel Manajemen Strategik dan Peta Strategi di
http://360.yahoo.com/kijeromartani

=== Bersama Kita “TIDAK” Bisa

Dalam kesempatan ini, kita bahas tentang ngangkah atau
tujuan. Ngangkah adalah bahasa Jawa kuno, kalau
diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia
artinya mengetahui tujuan yang ingin dicapai.
Membangun tim yang tidak memiliki kejelasan tujuan,
ibarat kapal berlayar tanpa tahu pelabuhan yang ingin
dicapai. Samudera sangatlah luas, tanpa tujuan yang
jelas, tim kerja tak akan bekerja efektif.

Rapat tiada akhir, wacana dan diskusi tak pernah
memuaskan, keputusan setengah hati, adalah ciri-ciri
tim tanpa tujuan jelas. Tim kerja harus punya tujuan
yang padat, jelas dan mungkin dicapai. Tujuan serta
peta strategi yang gamblang untuk mencapainya, akan
memudahkan anggota tim untuk tahu apa yang dia harus
kerjakan untuk meraih cita-cita bersama, ini akan
membangun motivasi. Agar tujuan berhasil diraih,
dibutuhkan reaksi tindakan dan kepastian.

Karena itulah, tujuan tim haruslah singkat, jelas dan
tajam. Contohnya : memperpendek antrean di toko,
menghasilkan produk berkualitas di kwartal ke tiga,
mempercepat proses anggaran, memberikan kualitas dan
pelayanan maksimal bagi distributor terbaik,
mengurangi kesalahan dan keterlambatan pengiriman
kepada pelanggan, serta memperkenalkan produk bisnis
pada pangsa pasar yang baru.

Pernyataan tujuan tim yang paling terkenal sepanjang
zaman adalah statement presiden John F. Kennedy yang
pada tahun 1962 berkata “I believe that this nation
should commit itself to achieving the goal, before
this decade is out, of landing a man on the moon, and
returning him safely to the earth.” . Dengan
pernyataan itu, tidak ada keraguan dari anggota tim,
tentang tujuan yang hendak diraih dan berapa lama
mereka harus sampai di tempat tujuan.

Anda harus ingat, tujuan tim hendaknya menunjukkan
hasil yang TIDAK BISA diraih oleh seorang individu,
karena untuk itulah TIM KERJA dibentuk. Tapi
berhubungan dengan sejumlah orang, menumbuhkan
kemungkinan, individu yang terlibat tidak benar-benar
mengerti arti tujuan tim sebenarnya. Sebagai contoh,
jika tujuan dinyatakan sebagai “menciptakan hubungan
yang lebih baik antara pelanggan dan supplier”,
apakah semua anggota tim mengartikan tujuan ini dengan
persepsi yang sama ? Akan lebih jelas kalau dinyatakan
sebagai “mengurangi keluhan pelanggan” atau
“memperpendek waktu reaksi” atau meningkatkan kualitas
kepuasan pelanggan.

Tantangan lainnya yang lebih berat adalah, anggota tim
harus percaya bahwa tujuan itu bisa dicapai dan
merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Jika anggota
tim merasa tujuan tersebut hanya mengawang-awang dan
tak tahu cara mencapainya, maka kinerja akan
terganggu. Lalu bagaimana dengan anggota tim yang
tidak percaya bahwa tujuan tim itu benar ? Bagaimana
jika tujuan tim sudah jelas yaitu “menjual produk
tambahan pada pelanggan yang sudah ada”, lalu ada satu
anggota yang berfikir bahwa pelanggan telah membeli
cukup banyak produk, sehingga usaha penjualan produk
lain, bisa akan menghancurkan hubungan?

Karena itulah, sebelum perjalanan panjang, perjuangan
dan kerja keras tim dimulai, masalah-masalah tujuan
seperti di atas, sebaiknya dibicarakan terlebih
dahulu, diformulasikan untuk disepakati bersama.
Karena itu perlu diperhatikan :

1. Pernyataan tujuan yang singkat. Tujuan hendaknya
singkat, jelas, pasti dan berorientasi pada tindakan.
Jika tim tidak bisa mengerti tujuannya, maka tim itu
tidak mampu melaksanakannya.

2. Konfirmasi tujuan kepada anggota tim. Tanyakan
kembali ke setiap anggota, apa yang menjadi tujuan
tim. Kualitas jawaban mereka, akan menunjukkan sejauh
mana pengertian anggota tim terhadap tujuan bersama
yang ditetapkan.

3. Kemungkinan keberhasilan : perlu memeriksa
kemungkinan keberhasilan dan mendiskusikannya. Tim
yang berpotensi karena memiliki keahlian, sumberdaya
dan komitmen, akan mendorong dirinya sendiri untuk
meraih tujuan

Mudah-mudahan, dengan langkah-langkah di atas,
gemerlap alam yang dicita-citakan bersama dapat
diraih. Dan semoga pula, kabinet bersama kita “tidak”
bisa, dapat berubah kinerjanya menjadi – kabinet
bersama kita bisa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: